Satpol PP Pekanbaru Diminta Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam
- Rabu, 30 September 2026 - 15:34 WIB
- Reporter : Ridho Fernandes
- Redaktur : Raja Mirza
Petugas Satpol PP Pekanbaru menggelar razia di salah satu THM
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Satpol PP Kota Pekanbaru, diminta untuk memperketat pengawasan terhadap tempat hiburan malam. Langkah ini menyusul adanya aktivitas sejumlah tempat hiburan yang masih beroperasi hingga dini hari atau melewati batas waktu operasional yang ditetapkan hingga pukul 00.00 WIB.
Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar menegaskan Satpol PP harus rutin melakukan razia untuk memastikan seluruh pengelola tempat hiburan malam mematuhi ketentuan yang berlaku.
"Satpol PP Kota Pekanbaru harus rutin menggelar razia hiburan malam guna memastikan pengelola mengikuti jam operasional yang ada," tegas Markarius, Rabu (30/9/2026).
Menurut Markarius, instruksi tersebut telah disampaikannya dalam Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pekanbaru. Pengawasan secara berkala dinilai penting agar tidak terjadi pelanggaran yang berulang.
Ia menegaskan, razia tidak hanya diarahkan untuk menertibkan tempat hiburan yang beroperasi melewati batas waktu. Pengawasan juga diperlukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan izin usaha maupun potensi pelanggaran lainnya.
"Jadi razia rutin itu bukan cuma mencegah adanya tempat hiburan malam yang buka sampai subuh, tapi juga mencegah tempat hiburan jadi lokasi peredaran narkoba dan prostitusi," ujarnya.
Markarius mengatakan Pemko Pekanbaru tidak akan tinggal diam jika ditemukan tempat hiburan malam yang menyimpang dari ketentuan. Karena itu, Satpol PP diminta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengoptimalkan pengawasan dan penertiban.
"Maka kami dorong agar Satpol PP bersama instansi terkait bisa mengoptimalkan razia dan penertiban," paparnya.
Selain persoalan tempat hiburan malam, Markarius turut menyoroti sejumlah fenomena sosial yang menjadi perhatian Pemko Pekanbaru. Salah satunya terkait kekhawatiran pemerintah terhadap pergaulan pelajar dan mahasiswa.
"Kami miris ketika kelompok LGBT sudah menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa, maka kita harus awasi pergaulan anak-anak kita," pungkasnya.***

